fi’il yang memuat huruf lebih dari empat huru diosebut Ruba’i Mazid dengan rincian yang empat berupa huruf asal sedang yang lain berupa huruf tambahaan.
Contoh:
1. Wazan تَفَعْلَلَ ditambah ta’, seperti تَدَخْرَجَ (menjadi terguling), asalnya دَخْرَجَ (tergulingkan).
2. Wazan اِفْعَنْلَلَ ditambah hamzah dan nun, seperti اِخْرَنْجَمَ(menjadi berkumpul), asalnya خَرْجَمَ(mengumpulkan/berdesakan).
3. Wazan اِفْعَلَلَّ ditambah hamzah dan takrar lam fi’il yang kedua, seperti اِقْشَعَرَّ (sangat mengerut), asalnya قَشْعَرَ(mengerut).
Secara garis besar fi’il ruba’i mazid dibagi menjadi dua, yaitu:
1. Fi’il ruba’i mazid khumasi
2. Fi’il ruba’i mazid sudasi